Pengajuan tanggapan atas ajakan untuk memberikan masukan terkait laporan Pelapor Khusus mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan kepada Sidang ke-56 Dewan Hak Asasi Manusia PBB
Tanggapan dari Scarlet Alliance, Asosiasi Pekerja Seks Australia, dan Te Waka Kaimahi Kairau o Aotearoa (Kolektif Pekerja Seks Selandia Baru) atas ajakan untuk memberikan masukan bagi laporan Pelapor Khusus mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan kepada Sidang ke-56 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Juni 2024
dengan kata pengantar dari Dewan Serikat Pekerja Australia:
Dewan Serikat Pekerja Australia (ACTU) merupakan satu-satunya organisasi payung serikat pekerja di Australia, yang terdiri dari serikat-serikat pekerja yang tergabung serta dewan-dewan serikat pekerja dan tenaga kerja tingkat negara bagian dan regional. Saat ini terdapat 43 serikat pekerja yang tergabung dalam ACTU, yang secara keseluruhan memiliki lebih dari 1,7 juta anggota yang bekerja di berbagai sektor industri dan profesi, baik di sektor publik maupun swasta.
ACTU mendukung pernyataan yang diajukan oleh Scarlet Alliance, organisasi nasional yang mewakili pekerja seks di Australia, sebagai tanggapan atas laporan yang akan dirilis oleh Pelapor Khusus mengenai Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan, yang akan disampaikan pada sidang ke-56 Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Juni 2024.
Pekerja seks berhak atas hak yang sama dan setara dengan pekerja lainnya, termasuk dalam hal kondisi kerja serta undang-undang kesehatan dan keselamatan kerja. Penggunaan bahasa yang menghormati dan inklusif terhadap pekerja seks sangat penting untuk menjaga dan mempromosikan hak asasi manusia serta martabat mereka. Penggunaan terminologi yang tepat diperlukan untuk menghilangkan stigma yang telah melekat pada industri ini.
Pidana terhadap pekerjaan seks memungkinkan terus berlanjutnya toleransi terhadap kekerasan berbasis gender terhadap pekerja seks. Dekriminalisasi dan perlakuan yang setara bagi para pekerja di industri ini sangat penting untuk melindungi hak asasi manusia para pekerja seks.